Jumat, 16 September 2011

Langkah Sederhana Mendidik Dan Membentuk Anak Mandiri

Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya mandiri. Entah itu dalam berfikir maupun dalam perbuatan sehari-hari. Anak mandiri tidak dapat hadir begitu saja, perlu adanya pendidikan dari orangtua atau pengaruh lingkungan yang mendukung.
Mendidik anak agar menjadi mandiri adalah salah satu tugas orangtua. Sikap mandiri dapat dibiasakan sejak anak masih kecil, seperti memakai pakaian sendiri, memasang tali sepatu, memakai kaos kaki dan berbagai pekerjaan kecil lainnya. Dalam mendidik anak, orangtua seringkali menemui kesulitan untuk menghentikan kebiasaan atau perilaku anak yang tidak disukai. Agar anak mau menuruti orangtua, hendaknya orangtua menjadi contoh yang baik, karena bagaimanapun juga anak akan sering mencontoh kebiasaan orang-orang disekitarnya.
Sebagai perumpamaan apabila telah tampak tanda-tanda tangis pada seorang anak, maka selayaknya dia mendapatkan perhatian serius dan pengawasan yang cukup, sesungguhnya hatinya bagaikan bening mutiara yang siap menerima segala sesuatu yang mewarnainya. Jika dibiasakan dengan hal-hal yang baik, maka ia akan berkembang dengan kebaikan, sehingga  orangtua dan pendidiknya ikut serta memperoleh kebaikan. Sebaliknya jika ia dibebaskan dengan hal-hal buruk, maka ia akan tumbuh dengan keburukan itu. Maka orangtua dan pendidiknya juga akan memikul keburukan dari anaknya tersebut. Oleh karena itu tidak selayaknya orangtua dan pendidik melalaikan tanggungjawab yang besar ini dengan melalaikan pendidikan yang baik dan penanaman akhlak yang baik terhadapnya sebagai bagian dari haknya.
Dalam hal mendidik anak, jika anak melakukan perbuatan terpuji dan akhlak mulia jangan segan-segan memujinya atau memberi penghargaan yang dapat membahagiakannya. Jika suatu kali melakukan kesalahan, hendaknya jangan disebarkan dihadapan orang lain sambil dinasihati bahwa apa yang dilakukannya tidak baik. Jika ia mengulang perbuatan buruk itu, maka hendaknya dimarahi di tempat yang terpisah dan tunjukkan tingkat kesalahannya. Katakan kepadanya jika terus melakukan itu, maka orang-orang akan membenci dan meremehkannya. Namun jangan terlalu sering atau mudah memarahi, sebab yang demikian akan menjadikannya kebal dan tidak terpengaruh lagi dengan kemarahan.
Berikut ini adalah tips untuk melatih anak anda hidup mandiri :
-        Berikan pujian terhadap kegiatan positif yang telah dilakukan anak, meskipun hasilnya kurang memuaskan, tetapi pujian dapat memberikan motivasi kepada anak untuk berbuat yang sama dilain waktu.
-        Orangtua atau pengasuh, sebaiknya jangan langsung memberikan bantuan jika anak mengalami kesulitan. Berilah dorongan agar anak tidak mudah menyerah.
-        Jika anak menginginkan sesuatu seperti kartun di televisi, buku bacaan atau majalah anak, berilah kesempatan kepada anak memilih. Jika memang apa yang dipilih oleh anak kurang baik buat mereka, berilah alasan yang dapat dia terima mengapa harus memilih yang lain.
-        Dorong dan terus berilah motivasi untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang positif buat anak, pupuk dan latih terus bakat tersebut.
-        Sekali-kali ajak dan pancing si anak berdiskusi dan memberikan pendapat terhadap suatu permasalahan.
-        Ajak anak untuk peka terhadap lingkungan dan membantu sesamanya, baik itu teman di sekolah maupun di rumah.
-        Ajak anak untuk berkhayal tentang masa depan, misalnya apa yang menjadi cita-citanya kelak.
-        Yang lebih penting lagi ajarkan anak bergantung pada-Nya (Allah), ajarkan ibadah sejak dini. Dengan begitu saat anak mengalami masalah yang berat, mereka tidak akan mudah masuk dalam pelarian yang merusak masa depannya seperti mengkonsumsi minuman keras, terjerumus narkoba dan sebagainya.
Yang sangat ditekankan dalam hal ini adalah bagaimana anak dapat memulai kemandirian dalam berfikir dan perbuatannya dimulai dari hal yang kecil, dimulai dari diri sendiri dan dimulai dari sekarang. Tugas orang tualah yang harus menanamkan kebiasaan mandiri pada anak sejak dini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar